Uang/ money
Definisi umum dari uang adalah segala sesuatu yang dapat
digunakan sebagai alat tukar. Alat tukar sendiri dalam ekonomi memiliki makna
segala sesuatu yang diterima oleh masyarakat secara luas sebagai alat
pembayaran dalam proses pertukaran barang dan jasa. Uang didefinisikan secara
berbeda menurut ilmu ekonomi klasik atau tradisional dan modern. Pada ilmu
ekonomi tradisional, uang diartikan sebagai segala macam benda yang dapat
dimanfaatkan menjadi alat tukar dengan syarat benda tersebut diterima oleh masyarakat
umum di suatu wilayah. Lihat di https://www.simulasikredit.com/definisi-uang-fungsi-dan-jenis-uang/.
Beberapa syarat
yang menjadikan suatu benda layak disebut uang adalah sebagai berikut:
1. dapat diterima
oleh masyarakat umum (acceptability)
2. tidak mengalami
perubahan dan tidak cepat rusak (durability)
3. nilainya tidak
mengalami perubahan dalam jangka waktu yang lama (stability of value)
4. praktik dan
mudah dibawa kemana-mana (portability)
5. mudah
dibagi-bagi tanpa mengurangi nilai (divisibility)
6. kualitasnya
relatif sama (uniformity)
7. jumlahnya
terbatas dan tidak mudah dipalsukan (scarcity).
Baca selengkapnya di artikel "Pengertian
Uang Menurut Para Ahli dan Sejarah Singkatnya di Dunia", https://tirto.id/gbC7
Pertanyaan
yang sering muncul dalam pemikiran al-faqir:
Seberapa
hebatnya uang dibandingkan yang memiliki dunia dan seisinya…..?
Kenapa
harus uang yang bisa membuat manusia berubah. Hancurnya persaudaraan karena
uang, hancurnya nama baik karena uang, dan segala kehancuran yang ada dimuka
bumi seakan-akan terjadi karena uang. Uang adalah selembar kertas yang itupun
saat sobek ia tidak ada harganya. Ada apa dengan uang, kenapa orang yang punya
banyak uang bisa berkuasa, sedangkan yang tidak mempunyai banyak modal akan
tersingkirkan.
Begitu
hebatnya uang sehingga mampu merubah dunia. Sehingga seakan pemahaman kita
tanpa uang kita tidak bisa hidup. Entah apa yang menjadi acuan dalam hal ini,
padahal kita sering di pertontonkan sebuah flim yang terdampar disuatu tempat
namun itupun tidak meninggal sebab tidak mempunyai uang. Dengan cara menanam
makanan, memancing uang disungai dan sebagainya. Dari itupun seharusnya kita
bisa mengambil sebuah pelajaran bahwa yang paling berharga didalam kehidupan
kita didunia ialah menikmati dan mensyukuri segala ni’mat yang diberikan oleh
sang ilahi. Kita makan butuh padi yang ditanam di atas muka bumi, kita butuh
minum dari sumber air jernih yang keluar dari dalam tanah, kita butuh cahaya terik
matahari untuk keberlangsungan hidup tumbuhan, kita butuh hujan untuk menyirami
tumbuhan dan banyak lagi ni’mat - ni’mat lainnya. Lantas pertanyaan saya apakah
uang akan selalu bisa menghidupi kita tanpa ada semuanya itu. Setelah itu kita
berfikir secara jernih, apakah saat kita meninggal dunia akan membawa selembar
kertas untuk persiapan kita di alam kubur sana…..? kalau tidak, terus kenapa
kita masih saja mau berebut uang yang tiada harganya dan itupun tidak akan bersama
kita selamanya.
Dunia
mulai menangis karena terluka melihat kita semua yang terus meng-anak
tirikannya. Dunia mulai merasakan sakit saat melihat didalamnya hancur karena
selembar kertas yang itupun tidak bisa di konsumsi. Ayolah kita bangkit dan
menyadari. Kita tak akan hidup selamanya, sehingga saat kita memikirkan itu
sebarapa banyakkah persiapan kita untuk menghadap sang ilahi…..
terimakasih
#
Uang / money
#
Sulung97

No comments:
Post a Comment