Saturday, 4 September 2021

Kenapa Harus uang / money

 



Uang/ money

    Definisi umum dari uang adalah segala sesuatu yang dapat digunakan sebagai alat tukar. Alat tukar sendiri dalam ekonomi memiliki makna segala sesuatu yang diterima oleh masyarakat secara luas sebagai alat pembayaran dalam proses pertukaran barang dan jasa. Uang didefinisikan secara berbeda menurut ilmu ekonomi klasik atau tradisional dan modern. Pada ilmu ekonomi tradisional, uang diartikan sebagai segala macam benda yang dapat dimanfaatkan menjadi alat tukar dengan syarat benda tersebut diterima oleh masyarakat umum di suatu wilayah. Lihat  di https://www.simulasikredit.com/definisi-uang-fungsi-dan-jenis-uang/.

Beberapa syarat yang menjadikan suatu benda layak disebut uang adalah sebagai berikut:

1.       dapat diterima oleh masyarakat umum (acceptability)

2.       tidak mengalami perubahan dan tidak cepat rusak (durability)

3.       nilainya tidak mengalami perubahan dalam jangka waktu yang lama (stability of value)

4.       praktik dan mudah dibawa kemana-mana (portability)

5.       mudah dibagi-bagi tanpa mengurangi nilai (divisibility)

6.       kualitasnya relatif sama (uniformity)

7.       jumlahnya terbatas dan tidak mudah dipalsukan (scarcity).

Baca selengkapnya di artikel "Pengertian Uang Menurut Para Ahli dan Sejarah Singkatnya di Dunia", 
https://tirto.id/gbC7

 

Pertanyaan yang sering muncul dalam pemikiran al-faqir:

 

Seberapa hebatnya uang dibandingkan yang memiliki dunia dan seisinya…..?

Kenapa harus uang yang bisa membuat manusia berubah. Hancurnya persaudaraan karena uang, hancurnya nama baik karena uang, dan segala kehancuran yang ada dimuka bumi seakan-akan terjadi karena uang. Uang adalah selembar kertas yang itupun saat sobek ia tidak ada harganya. Ada apa dengan uang, kenapa orang yang punya banyak uang bisa berkuasa, sedangkan yang tidak mempunyai banyak modal akan tersingkirkan.

Begitu hebatnya uang sehingga mampu merubah dunia. Sehingga seakan pemahaman kita tanpa uang kita tidak bisa hidup. Entah apa yang menjadi acuan dalam hal ini, padahal kita sering di pertontonkan sebuah flim yang terdampar disuatu tempat namun itupun tidak meninggal sebab tidak mempunyai uang. Dengan cara menanam makanan, memancing uang disungai dan sebagainya. Dari itupun seharusnya kita bisa mengambil sebuah pelajaran bahwa yang paling berharga didalam kehidupan kita didunia ialah menikmati dan mensyukuri segala ni’mat yang diberikan oleh sang ilahi. Kita makan butuh padi yang ditanam di atas muka bumi, kita butuh minum dari sumber air jernih yang keluar dari dalam tanah, kita butuh cahaya terik matahari untuk keberlangsungan hidup tumbuhan, kita butuh hujan untuk menyirami tumbuhan dan banyak lagi ni’mat - ni’mat lainnya. Lantas pertanyaan saya apakah uang akan selalu bisa menghidupi kita tanpa ada semuanya itu. Setelah itu kita berfikir secara jernih, apakah saat kita meninggal dunia akan membawa selembar kertas untuk persiapan kita di alam kubur sana…..? kalau tidak, terus kenapa kita masih saja mau berebut uang yang tiada harganya dan itupun tidak akan bersama kita selamanya.

Dunia mulai menangis karena terluka melihat kita semua yang terus meng-anak tirikannya. Dunia mulai merasakan sakit saat melihat didalamnya hancur karena selembar kertas yang itupun tidak bisa di konsumsi. Ayolah kita bangkit dan menyadari. Kita tak akan hidup selamanya, sehingga saat kita memikirkan itu sebarapa banyakkah persiapan kita untuk menghadap sang ilahi…..

 

terimakasih

 

# Uang / money

# Sulung97

Thursday, 22 July 2021

HARAPAN


Harapan,-
Andaikata
dalam kehidupan ini tidak ada harapan, tentu tidaklah ada orang berusaha mencapai cita-citanya. Tiada pula orang yang mengajak pada semangat nasionalisme, yaitu semangat HARAPAN memperjuangkan tanah air, dan tentu kehidupan ini terasa lebih sempit daripada lubang kadal serta terasa berat daripada memikul rantai besi yang dikalungkan di leher. 

Saya tidak pernah melihat seseorang yang bekerja, kecuali orang yang telah yakin, bahwa usaha atau pekerjaan yang dia kerjakan itu memiliki kesan (hasil) yang baik dan bisa diharapkan manfaatnya, baik untuk diri pelakunya secara khusus atau untuk kalangan umum, yang akibat baiknya dapat dirasakan oleh ummat yang sebangsa dan setanah air.

Hanya saja, disana masih ada sesuatu persoalan yang amat penting. Persoalan itu adalah adanya sekelompok orang yang bersungguh-sungguh tidak mau mengerjakan sesuatu, kecuali jika mereka telah meyakini dengan pasti, bahwa usaha mereka pasti membuahkan hasil. Sekelompok orang seperti itu apabila mengalami sedikit keraguan tentang keberhasilan usahanya, meskipun sangat tipis, setipis sarang laba-laba, maka mereka mundur dan tidak mau memupus keraguan tersebut. Sikap yang demikian itu bukanlah sikap orang-orang yang berhati teguh dan bukan perangai atau akhlak pejuang sejati.

Faktor yang menyebabkan mereka mundur itu tidak ada lain, kecuali lemahnya harapan atau rasa optimisme dalam jiwa mereka. Kelemahan sifat harapan (Roja'), merupakan salah satu penyakit jiwa yang harus segera diobati dengan cara mengusir perasaan putus asa. Sebab, tipis harapan merupakan penyakit jiwa yang menjangkiti masyarakat luas dan merupakan virus yang membahayakan keberlangsungan pembangunan.

Kehilangan sifat Roja' atau harapan adalah suatu penyakit tersendiri, yang terjangkit secara meluas pada tubuh setiap anggota masyarakat kita. Oleh karena itu, kita telah melihat jumlah orang-orang yang berkerja hanya sedikit dan orang-orang yang sukses dalam kehidupannya juga jarang. Bahkan mereka itu diliputi berbagai kerugian dan bencana kesengsaraan hidup. Andaikata mereka faham dan sadar, pasti mereka segera mencampakkan sifat yang tercela itu, lalu berpegang erat dengan sifat Roja' atau perasaan optimisme, kemudian maju berkerja dengan keras, sebagaimana kerja orang-orang yang berkeyakinan, bahwa didalam rasa putus asa itu terdapat penyakit. Sedangkan dalam Sifat Roja' atau optimisme terdapat penawar atau tobatnya.

Kemudian disana ada kelompok orang yang tidak mempedulikan, betapa jauh cita-cita yang hendak mereka capai. Mereka itu merasa seolah-olah tidak ada penghalang yang menghadang diantara mereka dan apa yang mereka cita-citakan. Mereka itu berjuang mempertahankan prinsip dan keyakinannya, sebagaimana seorang hakim mempertahankan putusan yang dia jatuhkan. Mereka terus maju, bagaikan air bah yang terus mengalir deras. mereka tetap konsisten, tidak bergeser dari cita-citanya sedikitpun. mereka itulah sekelompok manusia yang sejati dan karena merekalah ummat atau bangga ini akan hidup.

Golongan orang yang berkerja dengan semangat tersebut benar-benar mengerti, bahwa harapan keberhasilan pekerjaan (optimisme) merupakan pendorong utama untuk maju dan merupakan sebab tercapai keberhasilan. Mereka itu sebenarnya tidak pernah dapat dibuat menganggur oleh kelemahan angan-angan dan keredupan cahaya cita-citan. 

Golongan orang diatas berkeyakinan mantap tanpa diselubungi rasa keraguan maupun kebingungan sedikitpun, bahwa hidup disertai rasa putus asa adalah sebuah kematian. Mereka selalu berkata "betapa sempit kehidupan ini, andaikata tidak ada angan-angan atau harapan yang luas".


  • Wahai, generasi muda, jadikanlah Roja' (optimisme) sebagai syi'armu dan angan-angan sebagai bajumu. Tinggalkanlah sikap menunda-nunda dan abaikanlah segala godaan yang membelokkan kalian semua dari apa yang telah terjadi menjadi cita-cita kalian semua. Jadikanlah kalian semua golongan orang-orang yang memiliki harapan besar, yang bercita-cita luhur, gemar berusaha dan giat berkerja. Allah SWT adalah penolong kalian semua.


# Idhotun Nasyi'in karya Syekh Musthafa al-Ghalayain penerjemah H. M. Fadil said An-nadwi.

# Babul Ulum S.H





Kenapa Harus uang / money

  Uang/ money      Definisi umum dari uang adalah segala sesuatu yang dapat digunakan sebagai alat tukar. Alat tukar sendiri dalam ekonomi m...